SOROTAN
Beranda » Daerah » Kejar PAD dari Air, Sawit Dibidik—Harga TBS Terancam, Petani Mulai Resah

Kejar PAD dari Air, Sawit Dibidik—Harga TBS Terancam, Petani Mulai Resah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • print Cetak

Sumatera Barat — Upaya pemerintah daerah menggenjot pendapatan dari pajak air permukaan (PAP) mulai menimbulkan bayang-bayang konflik di sektor sawit. Di tengah kebutuhan mendesak menambah PAD, kebijakan yang menyasar perusahaan ini berpotensi merembet ke persoalan yang lebih sensitif: harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.

Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan, ketika kebijakan fiskal bersentuhan langsung dengan biaya produksi industri sawit, dampaknya jarang berhenti di perusahaan. Harga di tingkat petani kerap menjadi penyesuaian paling cepat. Dalam situasi tertentu, kondisi ini bahkan pernah memicu aksi protes di lapangan. Kekhawatiran itulah yang kini mulai terasa, meski kebijakan di Sumatera Barat sendiri masih dalam tahap awal.

Selama ini, kontribusi sektor sawit terhadap kas daerah di Sumatera Barat masih tergolong kecil dibandingkan dengan skala industrinya.

Data menunjukkan:

  • Dana Bagi Hasil (DBH) sawit sekitar Rp32 miliar per tahun
  • Pajak air permukaan baru sekitar Rp15 miliar

Padahal, potensi pajak air permukaan diperkirakan bisa mencapai ratusan miliar rupiah per tahun jika ditarik secara optimal.

Kesenjangan ini yang kini mulai dibidik pemerintah daerah.

Perluasan pajak air permukaan kini mulai menyasar lebih banyak sektor usaha. Tidak hanya terbatas pada PDAM dan pembangkit listrik, tetapi juga mencakup perkebunan, termasuk kelapa sawit.

Pajak ini sendiri bukan kebijakan baru, melainkan bagian dari aturan yang sudah ada dan kini mulai dioptimalkan.

“PAP merupakan amanah undang-undang, wajib pajaknya adalah perusahaan yang memanfaatkan air permukaan. Bukan hanya PDAM dan PLTA, tetapi juga perkebunan dan sektor lainnya,” ujar Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, dikutip dari fajarsumbar.com.

Perluasan pajak ini tidak lepas dari tekanan fiskal yang dihadapi daerah. Transfer dari pusat yang terbatas membuat pemerintah daerah harus mencari sumber pendapatan baru.

Dalam kondisi ini, pajak air permukaan menjadi pilihan karena:

  • sudah memiliki dasar hukum
  • berada dalam kewenangan daerah
  • dan bisa langsung dioptimalkan

Pengenaan pajak ke sektor sawit juga didasari alasan teknis. Industri ini dinilai menggunakan sumber daya air dalam jumlah besar, baik untuk kebutuhan operasional maupun lingkungan kebun.

Karena itu, pemerintah melihat perlunya kontribusi yang lebih seimbang terhadap daerah.

Petani Mulai Menghitung Risiko

Meski tidak dikenakan langsung kepada petani, kebijakan ini mulai menimbulkan kekhawatiran.

Petani memahami bahwa jika biaya perusahaan meningkat, maka harga tandan buah segar (TBS) berpotensi ikut tertekan.

Petani swadaya menjadi kelompok paling rentan karena:

  • bergantung pada harga pasar
  • tidak memiliki posisi tawar yang kuat

Sementara petani plasma relatif lebih terlindungi, namun tetap berpotensi terdampak.

Di Daerah Lain, Penolakan Mulai Menguat

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Tim Editorial Detik Nagari

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nozzle pompa bensin di SPBU sebagai ilustrasi krisis energi

    Harga Minyak Tembus USD116, Krisis Energi Global Mulai Ganggu Aktivitas Sejumlah Negara

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DetikNagari.id – Krisis energi global mulai berdampak nyata di berbagai negara, seiring lonjakan harga minyak dunia dan terganggunya distribusi akibat konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent sebagai acuan global saat ini bergerak di kisaran USD103 hingga USD116 per barel dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah konflik di kawasan Teluk memicu kekhawatiran […]

  • Petani menyadap nira pohon aren di desa sebagai bahan baku gula dan bioetanol

    Aren: Raksasa Tidur Ekonomi Desa di Tengah Syahwat Impor Gula dan Energi

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    ANALISIS – Di tengah hiruk-pikuk narasi kedaulatan pangan dan transisi energi, ada satu komoditas yang seolah menjadi “anak tiri” dalam peta kebijakan nasional: Aren (Arenga pinnata). Padahal, jika kita membedah anatomi ekonomi dan ekologinya, aren adalah solusi tiga dimensi—pangan, energi, dan konservasi—yang jarang dimiliki oleh komoditas monokultur lainnya. Namun, mengapa potensi sebesar ini selalu berhenti […]

  • Prabowo Pasang Badan! Pertaruhkan Kepemimpinan Demi Makan Bergizi Gratis: “Daripada Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Makan”

    Prabowo Pasang Badan! Pertaruhkan Kepemimpinan Demi Makan Bergizi Gratis: “Daripada Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Makan”

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen bajanya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun dihantam berbagai isu miring mulai dari masalah higienitas hingga anggaran. Dalam sebuah wawancara eksklusif terbaru, Prabowo menyatakan kesiapannya mempertaruhkan kepemimpinan demi memastikan rakyat kecil, terutama anak-anak, mendapatkan asupan gizi yang layak. Menanggapi banyaknya pertanyaan netizen soal efektivitas MBG […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • Makan Bergizi Gratis

    “Saya Pertaruhkan Kepemimpinan demi Makan Bergizi Gratis, Uang Rakyat Tak Boleh Dikorupsi!”

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pantang mundurnya terhadap program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah berbagai tantangan global dan kritik dalam negeri. Dalam diskusi mendalam di channel YouTube Prabowo Subianto bertajuk “Presiden Prabowo Menjawab”, Sang Presiden menyatakan bahwa dirinya siap mempertaruhkan seluruh modal politik dan kepemimpinannya demi memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan […]

  • markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

    Di Tengah Perang Iran, Jenderal AS Dicopot: Loyalitas, Konflik Internal, atau Risiko Besar?

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Washington, 4 April 2026 — Hanya 24 jam setelah Presiden Donald Trump mengancam akan “mengembalikan Iran ke zaman batu” dalam pidato nasional, Pentagon bergerak cepat. Menteri Pertahanan Pete Hegseth memecat tiga jenderal senior Angkatan Darat Amerika Serikat,sebuah langkah yang langsung memicu tanda tanya besar di tengah situasi perang yang kian memanas. Menurut laporan CBS News, […]

expand_less