SOROTAN
Beranda » Kesehatan » Banyak yang Salah! Ternyata Waktu Minum Kopi Bisa Pengaruhi Risiko Kematian

Banyak yang Salah! Ternyata Waktu Minum Kopi Bisa Pengaruhi Risiko Kematian

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • print Cetak

DetikNagari.id — Bagi pecinta kopi, kebiasaan menyeruput kopi di pagi hari ternyata bukan sekadar rutinitas. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam European Heart Journal tahun 2025 mengungkap bahwa waktu minum kopi bisa berpengaruh terhadap kesehatan, bahkan hingga risiko kematian.

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Xuan Wang dan melibatkan lebih dari 40 ribu orang dewasa di Amerika Serikat. Data diambil dari program kesehatan nasional dan diamati dalam jangka panjang untuk melihat hubungan antara kebiasaan minum kopi dan angka kematian.

Lebih Baik Pagi daripada Sepanjang Hari

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian yang lebih rendah, terutama akibat penyakit jantung, dibandingkan mereka yang minum kopi sepanjang hari.

Peneliti membagi partisipan ke dalam beberapa kelompok, di antaranya:

  • Kelompok yang minum kopi di pagi hari
  • Kelompok yang minum kopi sepanjang hari
  • Kelompok yang tidak minum kopi

Menariknya, manfaat paling signifikan justru ditemukan pada kelompok peminum kopi pagi.

Bukan Sekadar Kopi, Tapi Waktunya

Dalam temuan tersebut, peneliti menilai bahwa waktu konsumsi kopi kemungkinan berkaitan dengan ritme biologis tubuh atau circadian rhythm. Minum kopi terlalu sore atau malam hari diduga dapat mengganggu pola tidur dan metabolisme, yang dalam jangka panjang berpengaruh pada kesehatan jantung.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini masih bersifat observasional. Artinya, hasil penelitian menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat langsung.

Jangan Salah Tafsir

Belakangan, informasi mengenai penelitian ini ramai beredar di media sosial dengan klaim bahwa minum kopi pagi bisa menurunkan risiko kematian hingga puluhan persen secara pasti. Namun, angka tersebut sebenarnya merupakan hasil interpretasi dan penyederhanaan, bukan angka mutlak yang berlaku untuk semua orang.

Faktor lain seperti pola makan, gaya hidup, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan tetap menjadi penentu utama.

Tetap Bijak Konsumsi Kopi

Bagi masyarakat, temuan ini bisa menjadi pengingat bahwa kebiasaan kecil seperti waktu minum kopi juga bisa berdampak pada kesehatan. Namun, bukan berarti semakin banyak kopi akan semakin baik.

Konsumsi kopi tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

“Kopi Pagi, Boleh Saja… Asal Jangan Berlebihan”

Pada akhirnya, minum kopi di pagi hari bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibandingkan mengonsumsinya sepanjang hari. Tapi yang terpenting, tetap jaga keseimbangan pola hidup.

Karena bukan hanya soal kopi, tapi bagaimana kita menjaga tubuh setiap hari..

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manchester City Juara Carabao Cup 2026 Selebrasi Pemain Wembley

    Obat Palipur Lara! Manchester City Rengkuh Trofi Carabao Cup 2026 Usai Bungkam Arsenal 2-0

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    LONDON – Manchester City berhasil membuktikan bahwa mentalitas juara mereka tetap kokoh meski baru saja menelan pil pahit akibat tersingkir dari persaingan Liga Champions musim ini. Dalam partai puncak Carabao Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Wembley, Minggu malam, skuad asuhan Pep Guardiola sukses menundukkan perlawanan sengit Arsenal dengan skor meyakinkan 2-0. Gelar ini menjadi […]

  • Istano Rajo Balun Solok Selatan Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu

    Istano Rajo Balun: Simbol Kedaulatan Adat dan Pusat Pelestarian Sejarah Alam Surambi Sungai Pagu

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    SOLOK SELATAN – Berdiri kokoh di Jorong Balun, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kabupaten Solok Selatan, Istano Rajo Daulat Yang Dipertuan Tuanku Rajo Bagindo tetap menjadi ikon penting bagi peradaban Minangkabau. Bangunan yang telah berusia ratusan tahun ini bukan sekadar peninggalan arsitektur, melainkan pusat otoritas adat bagi Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu. Struktur Kepemimpinan dan Otoritas […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • petani sawit memanen tandan buah segar di kebun kelapa sawit

    Pajak Air Sawit Digenjot—Daerah Dapat PAD, Beban Bisa Bergeser ke Petani

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    DetikNagari — Kebijakan optimalisasi pajak air permukaan (PAP) yang mulai menyasar sektor sawit tidak hanya soal menambah pendapatan daerah. Di balik itu, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: siapa yang sebenarnya diuntungkan, dan siapa yang akan menanggung beban dari kebijakan ini? Di atas kertas, arah kebijakan ini terlihat jelas. Pemerintah daerah membutuhkan sumber pendapatan baru di tengah […]

  • petugas satpol pp menertibkan pedagang kaki lima di kawasan kota padang

    Karim, Penertiban, dan Wajah Negara di Ruang Publik

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Penertiban seharusnya menjadi wajah ketertiban. Namun dalam banyak kasus, ia justru tampil sebagai wajah kekerasan yang dipertontonkan di ruang publik. Kasus Karim, seorang pengamen di Padang yang meninggal dunia setelah diamankan, kembali membuka pertanyaan lama: apakah ini sekadar peristiwa, atau bagian dari pola yang terus berulang? Padang – DetikNagari – Kasus Karim, pengamen di Padang yang […]

  • Petani memanen tandan buah segar kelapa sawit di perkebunan Sumatera Barat

    Kejar PAD dari Air, Sawit Dibidik—Harga TBS Terancam, Petani Mulai Resah

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sumatera Barat — Upaya pemerintah daerah menggenjot pendapatan dari pajak air permukaan (PAP) mulai menimbulkan bayang-bayang konflik di sektor sawit. Di tengah kebutuhan mendesak menambah PAD, kebijakan yang menyasar perusahaan ini berpotensi merembet ke persoalan yang lebih sensitif: harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan, ketika kebijakan fiskal bersentuhan […]

expand_less