SOROTAN
Beranda » Nasional » Di Balik MBG: Anggaran Raksasa, Kepercayaan yang Mulai Retak

Di Balik MBG: Anggaran Raksasa, Kepercayaan yang Mulai Retak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

DetikNagari.id – Di atas kertas, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah janji besar negara kepada generasi masa depan. Anggaran ratusan triliun rupiah digelontorkan, jaringan dapur dibangun, distribusi dirancang menjangkau anak-anak hingga ibu hamil. Semuanya terdengar seperti langkah besar yang tak terbantahkan.

Tapi di lapangan, cerita yang muncul tidak selalu seindah itu.

Survei yang dirilis Policy Research Center (Porec) pada Maret 2026 memberi gambaran yang lebih jujur tentang apa yang dirasakan warga. Dari 1.168 responden, sebagian besar adalah mereka yang bersentuhan langsung dengan program ini. Mereka bukan penonton. Mereka penerima. Mereka yang seharusnya merasakan dampak pertama.

Dan dari merekalah keraguan itu mulai terdengar.

Bukan sekadar soal rasa makanan atau variasi menu. Yang dipertanyakan justru arah program itu sendiri. Ketika diminta menjawab siapa yang paling diuntungkan, mayoritas responden tidak menunjuk anak-anak atau keluarga. Sebaliknya, 88,5 persen menilai manfaat lebih banyak mengalir ke elite politik dan pengelola program.

Di titik ini, masalahnya tidak lagi teknis.

Ia berubah menjadi soal kepercayaan.

Warga mulai melihat ada jarak antara tujuan yang dijanjikan dan hasil yang mereka terima. Ada perasaan bahwa sesuatu hilang di tengah jalan—entah di level pengelolaan, distribusi, atau mungkin dalam struktur yang lebih besar dari sekadar program itu sendiri.

Kecurigaan itu bukan tanpa alasan. Sekitar 87 persen responden percaya program ini rawan korupsi. Angka yang tinggi untuk sebuah kebijakan publik yang masih relatif baru berjalan.

Lebih jauh lagi, 79 persen menilai kualitas makanan yang diterima tidak mencerminkan anggaran yang tersedia. Ada yang menyebut porsi makin sederhana, ada yang merasa kualitas menurun dari waktu ke waktu. Sebagian bahkan mulai mempertanyakan apakah penghematan yang terjadi benar-benar untuk efisiensi, atau justru membuka ruang keuntungan di tempat lain.

Pengalaman-pengalaman kecil ini, jika dikumpulkan, membentuk satu gambaran besar. Bahwa program yang seharusnya sederhana—memberi makan dengan layak—ternyata berjalan dalam sistem yang tidak sesederhana itu.

Di sinilah Porec melihat persoalan yang lebih dalam. Bukan hanya soal distribusi atau kualitas makanan, tapi tentang bagaimana program ini dikelola. Tentang siapa yang memegang kendali. Tentang bagaimana keputusan diambil.

Ketika sebuah program besar berjalan dalam ruang yang tidak sepenuhnya transparan, maka yang tumbuh bukan hanya keraguan, tapi juga asumsi. Dan asumsi, ketika dibiarkan, perlahan berubah menjadi keyakinan publik.

Itu yang tampak dari sikap responden terhadap masa depan MBG. Hanya sekitar satu dari lima yang masih mendukung program ini dilanjutkan dalam bentuknya sekarang. Selebihnya ingin ada perubahan, bahkan perombakan.

Menariknya, ketidakpuasan ini tidak membuat warga diam. Justru sebaliknya. Mereka mulai bersuara, mencari saluran, menyampaikan pengalaman. Sebagian lewat media sosial, sebagian melalui jalur resmi, sebagian lagi lewat gerakan bersama.

Ada kegelisahan di sana. Tapi juga ada harapan bahwa sesuatu masih bisa diperbaiki.

Pada akhirnya, MBG bukan sekadar program makan. Ia adalah ujian tentang bagaimana negara mengelola kepercayaan. Tentang apakah kebijakan besar bisa tetap berpijak pada kebutuhan paling dasar warganya.

Karena di balik angka anggaran yang besar, ada hal yang jauh lebih rapuh.

Kepercayaan.

Simak Juga : ⚖️ Makan Bergizi Gratis Digugat ke MK: Antara Kebijakan Sosial dan Ujian Konstitusi Anggaran Negara

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istano Rajo Balun Solok Selatan Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu

    Istano Rajo Balun: Simbol Kedaulatan Adat dan Pusat Pelestarian Sejarah Alam Surambi Sungai Pagu

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    SOLOK SELATAN – Berdiri kokoh di Jorong Balun, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kabupaten Solok Selatan, Istano Rajo Daulat Yang Dipertuan Tuanku Rajo Bagindo tetap menjadi ikon penting bagi peradaban Minangkabau. Bangunan yang telah berusia ratusan tahun ini bukan sekadar peninggalan arsitektur, melainkan pusat otoritas adat bagi Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu. Struktur Kepemimpinan dan Otoritas […]

  • Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordinary Features for 2023

    Everyday Tech: Ordinary Gadgets with Extraordinary Features for 2023

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • Raksasa Tidur di Kaki Kerinci: Potensi Wisata Dunia Solok Selatan Yang Terabaikan?

    Raksasa Tidur di Kaki Kerinci: Potensi Wisata Dunia Solok Selatan Yang Terabaikan?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Solok Selatan, Detik Nagari – Berdiri di tengah hamparan Kebun Teh Liki, salah satu perkebunan teh ortodoks terbesar di Asia Tenggara, seharusnya memberikan rasa bangga yang luar biasa. Ditambah lagi dengan kemegahan budaya di Kawasan Seribu Rumah Gadang (KSRG) yang tidak ditemukan di belahan dunia mana pun. Namun, kenyataan pahit justru terpampang nyata: destinasi kelas dunia […]

  • The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

expand_less