SOROTAN
Trending Tags
Beranda » Nasional » Harga Minyak Tembus USD116, Krisis Energi Global Mulai Ganggu Aktivitas Sejumlah Negara

Harga Minyak Tembus USD116, Krisis Energi Global Mulai Ganggu Aktivitas Sejumlah Negara

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

DetikNagari.id – Krisis energi global mulai berdampak nyata di berbagai negara, seiring lonjakan harga minyak dunia dan terganggunya distribusi akibat konflik di Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent sebagai acuan global saat ini bergerak di kisaran USD103 hingga USD116 per barel dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah konflik di kawasan Teluk memicu kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dunia.

Sejumlah analis energi memperkirakan harga minyak masih berpotensi meningkat. Dalam skenario terburuk, harga disebut dapat menembus USD150 hingga USD200 per barel apabila gangguan distribusi berlangsung dalam waktu lama, terutama jika jalur utama pengiriman tidak kembali normal.

Tekanan utama berasal dari Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Ketegangan di kawasan tersebut menyebabkan distribusi tersendat dan meningkatkan ketidakpastian di pasar energi internasional.

Dampaknya mulai terasa di lapangan.

Filipina menjadi salah satu negara yang terdampak paling awal. Pemerintah menetapkan status darurat energi setelah pasokan bahan bakar menurun dan harga melonjak. Negara tersebut diketahui sangat bergantung pada impor energi, sehingga sensitif terhadap gangguan distribusi global.

Penurunan pasokan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan berhenti beroperasi, sementara transportasi umum mulai berkurang. Biaya mobilitas meningkat dan sebagian aktivitas ekonomi mengalami penyesuaian.

Kondisi serupa mulai terlihat di beberapa negara berkembang lain di Asia seperti Pakistan, Bangladesh, dan Vietnam, yang menghadapi tekanan akibat kenaikan harga energi dan keterbatasan pasokan.

Di negara maju, dampak muncul dalam bentuk kenaikan biaya produksi dan risiko perlambatan ekonomi. Di Eropa, harga energi meningkat dan industri mulai menyesuaikan operasional akibat lonjakan biaya. Beberapa sektor melaporkan kenaikan harga produk untuk menutup beban energi.

Pasar global menunjukkan kekhawatiran yang semakin besar. Pergerakan harga mencerminkan spekulasi terhadap kemungkinan kekurangan pasokan dalam waktu dekat.

Sejumlah ekonom memperingatkan bahwa kondisi ini dapat mendorong dunia menuju tekanan ekonomi yang lebih luas.

“Gangguan pasokan energi dalam skala ini berpotensi memicu pembatasan energi di berbagai negara dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global,” demikian pandangan analis energi internasional dalam sejumlah laporan terbaru.

Indonesia sejauh ini belum mengalami dampak langsung dalam bentuk kelangkaan atau lonjakan harga bahan bakar. Pasokan energi domestik masih terjaga dan aktivitas ekonomi berjalan normal.

Namun demikian, sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan energi, Indonesia tetap berada dalam posisi rentan terhadap fluktuasi harga dan pasokan global.

Pemerintah mulai mendorong penghematan energi dan mengkaji langkah-langkah pengendalian konsumsi sebagai bentuk antisipasi. Opsi seperti pengurangan mobilitas dan kerja fleksibel mulai dibahas untuk menekan penggunaan bahan bakar.

Sejumlah pengamat menilai, selama gangguan distribusi di kawasan Teluk belum pulih, tekanan terhadap negara-negara pengimpor akan terus meningkat.

Dalam kondisi tersebut, pilihan kebijakan menjadi terbatas, antara menahan harga dengan konsekuensi beban fiskal yang lebih besar atau melakukan penyesuaian yang berisiko terhadap daya beli masyarakat.

Untuk saat ini, Indonesia masih berada pada fase menjaga stabilitas.

Namun pengalaman di negara lain menunjukkan, perubahan situasi dapat terjadi dengan cepat ketika tekanan global terus meningkat.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Tim Editorial Detik Nagari

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Laptop Baru Melambung Tinggi, Warga Sumatera Barat Kini Lebih Lirik Laptop Bekas Berkualitas

    Harga Laptop Baru Melambung Tinggi, Warga Sumatera Barat Kini Lebih Lirik Laptop Bekas Berkualitas

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    (Padang, Detik Nagari) – Kenaikan harga laptop baru serta komponen elektronik yang cukup drastis di awal tahun 2026 ini memaksa masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelaku UMKM di Sumatera Barat, untuk memutar otak. Melambungnya harga perangkat teknologi ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS serta kelangkaan chipset global yang belum sepenuhnya stabil. Kondisi […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    TEL AVIV — Yocheved Lifshitz, one of the first Israeli hostages released by Hamas, took the world by surprise in late October when she shook the hand of one of her captors and uttered a single word: “Shalom” — a Hebrew salutation meaning “peace.” Now, in an exclusive interview, Lifshitz said she believes peace can […]

  • Raksasa Tidur di Kaki Kerinci: Potensi Wisata Dunia Solok Selatan Yang Terabaikan?

    Raksasa Tidur di Kaki Kerinci: Potensi Wisata Dunia Solok Selatan Yang Terabaikan?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Solok Selatan, Detik Nagari – Berdiri di tengah hamparan Kebun Teh Liki, salah satu perkebunan teh ortodoks terbesar di Asia Tenggara, seharusnya memberikan rasa bangga yang luar biasa. Ditambah lagi dengan kemegahan budaya di Kawasan Seribu Rumah Gadang (KSRG) yang tidak ditemukan di belahan dunia mana pun. Namun, kenyataan pahit justru terpampang nyata: destinasi kelas dunia […]

  • Petani menyadap nira pohon aren di desa sebagai bahan baku gula dan bioetanol

    Aren: Raksasa Tidur Ekonomi Desa di Tengah Syahwat Impor Gula dan Energi

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaksi
    • 1Komentar

    ANALISIS – Di tengah hiruk-pikuk narasi kedaulatan pangan dan transisi energi, ada satu komoditas yang seolah menjadi “anak tiri” dalam peta kebijakan nasional: Aren (Arenga pinnata). Padahal, jika kita membedah anatomi ekonomi dan ekologinya, aren adalah solusi tiga dimensi—pangan, energi, dan konservasi—yang jarang dimiliki oleh komoditas monokultur lainnya. Namun, mengapa potensi sebesar ini selalu berhenti […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

  • Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

expand_less