SOROTAN
Beranda » Hukum » Karim, Penertiban, dan Wajah Negara di Ruang Publik

Karim, Penertiban, dan Wajah Negara di Ruang Publik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • print Cetak

Penertiban seharusnya menjadi wajah ketertiban. Namun dalam banyak kasus, ia justru tampil sebagai wajah kekerasan yang dipertontonkan di ruang publik.

Kasus Karim, seorang pengamen di Padang yang meninggal dunia setelah diamankan, kembali membuka pertanyaan lama: apakah ini sekadar peristiwa, atau bagian dari pola yang terus berulang?

Padang – DetikNagari – Kasus Karim, pengamen di Padang yang meninggal dunia setelah diamankan, mungkin akan dicatat sebagai satu peristiwa. Seorang pengamen diamankan, lalu beberapa hari kemudian ditemukan meninggal dunia. Keluarga meminta autopsi, penyelidikan berjalan.

Namun jika berhenti di situ, ada satu hal yang luput: apakah ini sekadar kejadian tunggal, atau bagian dari pola yang lebih panjang?

Karim diamankan pada 23 Maret 2026 di Pasar Raya Padang dalam sebuah operasi penertiban. Situasi di lapangan disebut tidak kondusif. Dalam kondisi seperti itu, petugas memiliki kewenangan untuk mengamankan seseorang.

Pertanyaannya bukan lagi soal boleh atau tidak. Tapi bagaimana cara itu dilakukan.

Dalam banyak operasi penertiban di berbagai daerah, Satuan Polisi Pamong Praja berada di garis depan. Mereka bukan aparat penegak hukum seperti polisi, tapi memiliki mandat menegakkan peraturan daerah. Di lapangan, posisi ini sering kali tidak sederhana.

Di satu sisi, mereka berhadapan dengan warga yang dianggap melanggar aturan—pedagang kaki lima, pengamen, gelandangan—kelompok yang sering kali berada dalam situasi ekonomi rentan. Di sisi lain, mereka dituntut menjaga ketertiban dengan cepat.

Di ruang sempit seperti itu, pendekatan yang diambil kerap menjadi keras.

Pola yang Terus Berulang

Bukan tanpa catatan. Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa benturan antara Satpol PP dan warga berulang di berbagai daerah.

Pada 2021 di Gowa, seorang pemilik kafe dilaporkan mengalami penganiayaan saat operasi PPKM berlangsung.

Di Gorontalo, video yang memperlihatkan seorang pemotor dipukul dan ditendang petugas sempat viral, memicu reaksi publik.

Dalam konteks lain, seorang oknum Satpol PP di Bone bahkan divonis penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan terhadap warga.

Di Jakarta, beberapa operasi penertiban permukiman dan PKL sempat menjadi sorotan setelah rekaman yang beredar memperlihatkan tindakan fisik terhadap warga.

Sebagian muncul, ramai, lalu hilang.

Namun pola yang ditinggalkan nyaris sama.

Antara Ketertiban dan Kekerasan

Secara aturan, penertiban memiliki prosedur. Ada tahapan peringatan, pendekatan persuasif, hingga tindakan jika diperlukan. Di atas kertas, semuanya jelas dan terukur.

Masalahnya sering muncul di lapangan. Ketika situasi dianggap mendesak, batas antara tindakan tegas dan tindakan berlebihan bisa menjadi tipis.

Dalam kasus Karim, perbedaan keterangan mulai terlihat sejak awal. Ada yang menyebut tindakan fisik terjadi saat penertiban. Ada juga yang menyebut kondisi di lokasi memang tidak terkendali.

Di titik seperti ini, transparansi menjadi penting.

Permintaan autopsi dari keluarga tidak sekadar soal medis. Ia menjadi bagian dari upaya menjawab satu pertanyaan yang lebih besar: apakah seluruh prosedur dijalankan sebagaimana mestinya?

Pertanyaan yang Tidak Pernah Selesai

Jika hanya dilihat sebagai kasus per kasus, persoalan seperti ini akan terus berulang dengan pola yang sama—muncul, ramai, lalu perlahan hilang tanpa perubahan berarti.

Padahal yang dipertaruhkan bukan hanya citra institusi, tapi juga kepercayaan publik terhadap cara negara hadir di ruang paling dekat dengan warganya.

Penertiban seharusnya menjaga ketertiban. Tapi ketika cara yang digunakan justru memunculkan pertanyaan baru, maka yang perlu diperiksa bukan hanya peristiwanya, melainkan juga sistem di belakangnya.

Karim sudah tidak bisa bercerita.

Yang tersisa sekarang adalah bagaimana peristiwa ini dibaca: sebagai kejadian yang berdiri sendiri, atau sebagai cermin dari sesuatu yang selama ini jarang benar-benar dibicarakan.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Tim Editorial Detik Nagari

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Situasi Perang Timur Tengah Terbaru

    Gencatan Senjata Sejenak Trump: Napas Buatan di Tengah Eskalasi Nuklir Israel-Iran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Detik Nagari
    • 0Komentar

    Detik Nagari, Teheran– Langkah mendadak Presiden Donald Trump untuk menunda serangan militer terhadap fasilitas energi Iran memberikan jeda singkat bagi pasar global yang sempat tegang. Namun, di balik manuver diplomasi menit-akhir tersebut, skeptisisme mendalam menyelimuti stabilitas kawasan. Dalam 72 jam terakhir, Timur Tengah telah menyaksikan pergeseran batas perang konvensional setelah fasilitas nuklir Dimona milik Israel […]

  • Gagah Bana! Cristiano Ronaldo Ucapkan Idul Fitri Pakai Baju Koko Bermotif Batik, Netizen: “Alhamdulillah Bang Dodo”

    Gagah Bana! Cristiano Ronaldo Ucapkan Idul Fitri Pakai Baju Koko Bermotif Batik, Netizen: “Alhamdulillah Bang Dodo”

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    (Dunia, Detik Nagari) – Megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, kembali mencuri perhatian publik internasional melalui unggahan terbarunya di media sosial Instagram. Berbeda dari biasanya, pemain yang akrab disapa CR7 ini tampil religius dengan mengenakan busana yang menyerupai baju koko bermotif batik khas Timur Tengah, sembari menyampaikan pesan hangat perayaan Idul Fitri kepada jutaan penggemarnya di […]

  • Nozzle pompa bensin di SPBU sebagai ilustrasi krisis energi

    Harga Minyak Tembus USD116, Krisis Energi Global Mulai Ganggu Aktivitas Sejumlah Negara

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DetikNagari.id – Krisis energi global mulai berdampak nyata di berbagai negara, seiring lonjakan harga minyak dunia dan terganggunya distribusi akibat konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent sebagai acuan global saat ini bergerak di kisaran USD103 hingga USD116 per barel dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah konflik di kawasan Teluk memicu kekhawatiran […]

  • Produk gula semut dari nira aren berkualitas ekspor

    Bukan Sekadar Pemanis: Mengubah Gula Semut Menjadi Duta Komoditas Lokal di Kancah Global

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Detik Nagari – menyoroti peluang emas hilirisasi komoditas aren yang mampu mengubah nasib ekonomi perdesaan melalui produksi gula semut berkualitas ekspor. Selama ini, sebagian besar petani aren masih terjebak pada pengolahan tradisional yang menghasilkan nilai tambah rendah dan jangkauan pasar yang terbatas. Padahal, dengan intervensi teknologi kristalisasi sederhana, nira aren dapat diolah menjadi gula semut […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

expand_less