SOROTAN
Beranda » Daerah » Padam Pelita di Sungai Batang: Mengenang Panyambuang Lidah Adat Yus Datuak Parpatiah

Padam Pelita di Sungai Batang: Mengenang Panyambuang Lidah Adat Yus Datuak Parpatiah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
  • print Cetak

SUNGAI BATANG, DetikNagari.id — Sabtu sore kemarin, kabut di tepian Danau Maninjau seolah terasa lebih tebal menyelimuti Nagari Sungai Batang. Sang Panyambuang Lidah Adat yang suaranya puluhan tahun merajai corong-corong radio dan pemutar kaset di lapau-lapau, Angku Yus Datuak Parpatiah, telah berpulang ke hadirat Illahi (Sabtu, 28 Maret 2026). Beliau menghembuskan napas terakhirnya di usia 87 tahun setelah sempat menjalani perawatan karena kondisi kesehatan yang menurun. Kepergian beliau bukan sekadar hilangnya seorang tokoh budayawan, melainkan padamnya salah satu pelita logika adat Minangkabau yang paling jernih di abad ini. Bagi perantau Minang era 80-an hingga 90-an, suara serak-serak basah Yus Dt. Parpatiah adalah pengobat rindu paling mujarab pada kampung halaman. Lewat Balerong Group, beliau mengubah cara orang belajar adat; beliau tidak mendikte, melainkan membawa pendengar masuk ke dalam persoalan lewat sandiwara radio yang sangat sarat makna.

Salah satu kutipan beliau yang paling ikonik dalam bahasa Minang tentang keadilan hukum sering beliau sampaikan begini; “Hukum nan adia, kato nan bana. Elok dipakai nan sasuai, buruak dibuang nan tak tantu. Jan sampai hukum bak parang muko duo, tajam ka bawah tumpua ka ateh.” Kalimat ini seringkali menjadi pengingat bagi siapa saja yang memegang kekuasaan agar jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Yus Dt. Parpatiah adalah pembela teguh aliran Bodi Caniago yang selalu menekankan bahwa pemimpin bukanlah penguasa yang bertitah dari langit, melainkan bagian dari denyut nadi rakyatnya sendiri. Beliau pernah berpetuah tentang hakikat pemimpin yang ideal, “Pimpinan itu bak kayu gadang di tangah padang. Ureknyo tampek baselo, batangnyo tampek basanda, daunnyo tampek balinduang. Bukan nio ditinggian sajo, tapi nio didahulukan salangkah untuak mambao jalan nan janiah.” Kritik ini terasa sangat tajam menyentil kondisi hari ini, di mana banyak pejabat seringkali lebih senang dilayani ketimbang melindungi rakyatnya.

Lautan manusia benar-benar memutihkan Nagari Sungai Batang saat prosesi pemakaman berlangsung (Minggu, 29 Maret 2026). Ribuan pelayat dari berbagai penjuru nagari, tokoh-tokoh adat, hingga Bupati Agam Benni Warlis, terlihat turun langsung melepas keberangkatan Sang Maestro menuju peristirahatan terakhir di dekat Masjid Syekh Amrullah. Suasana haru sangat terasa saat jenazah perlahan dimasukkan ke liang lahat, diiringi doa dari ribuan warga yang memadati lokasi. Meskipun raganya kini telah menyatu dengan tanah kelahirannya, warisan pemikiran Yus Dt. Parpatiah akan tetap abadi. Di era digital saat ini, potongan-potongan video beliau kembali viral di media sosial, menjadi rujukan berharga bagi generasi muda Minang yang mulai haus akan jati diri. Beliau berhasil membuktikan bahwa adat Minangkabau itu sangatlah modern dan logis, selama kita tetap memegang prinsip “Raso dibao naiak, pareso dibao turun.” Ranah Minang mungkin akan melahirkan banyak budayawan baru nantinya, namun mencari sosok dengan kedalaman ilmu dan kerendahan hati seperti Angku Yus, tentu tidaklah mudah. Selamat jalan, Angku. Tugasmu menjaga marwah nagari lewat kata-kata telah usai, biarlah kini kata-katamu yang akan menjaga kami semua.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Tim Editorial Detik Nagari

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • petugas satpol pp menertibkan pedagang kaki lima di kawasan kota padang

    Karim, Penertiban, dan Wajah Negara di Ruang Publik

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Penertiban seharusnya menjadi wajah ketertiban. Namun dalam banyak kasus, ia justru tampil sebagai wajah kekerasan yang dipertontonkan di ruang publik. Kasus Karim, seorang pengamen di Padang yang meninggal dunia setelah diamankan, kembali membuka pertanyaan lama: apakah ini sekadar peristiwa, atau bagian dari pola yang terus berulang? Padang – DetikNagari – Kasus Karim, pengamen di Padang yang […]

  • Prabowo Pasang Badan! Pertaruhkan Kepemimpinan Demi Makan Bergizi Gratis: “Daripada Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Makan”

    Prabowo Pasang Badan! Pertaruhkan Kepemimpinan Demi Makan Bergizi Gratis: “Daripada Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Makan”

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen bajanya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun dihantam berbagai isu miring mulai dari masalah higienitas hingga anggaran. Dalam sebuah wawancara eksklusif terbaru, Prabowo menyatakan kesiapannya mempertaruhkan kepemimpinan demi memastikan rakyat kecil, terutama anak-anak, mendapatkan asupan gizi yang layak. Menanggapi banyaknya pertanyaan netizen soal efektivitas MBG […]

  • makan bergizi gratis di sekolah Indonesia

    Apa Itu Program Makan Bergizi Gratis? Ini Tujuan, Skema, dan Tantangannya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Detik Nagari
    • 0Komentar

    Padang — Program makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Program ini dirancang untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, terutama bagi mereka yang berasal dari kelompok rentan. Tujuan Utama Program Secara konseptual, MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan […]

  • Wajib Tahu! Mengapa Nasabah Harus Paham Aturan Fidusia Sebelum Menghadapi Leasing atau Bank?

    Wajib Tahu! Mengapa Nasabah Harus Paham Aturan Fidusia Sebelum Menghadapi Leasing atau Bank?

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    Padang– Bayangkan saat Anda sedang beraktivitas, tiba-tiba kendaraan yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga dihentikan paksa atau ditarik sepihak oleh oknum penagih. Kejadian memilukan ini sering kali menimpa nasabah di Sumatera Barat karena ketidaktahuan mereka akan hak-hak hukum yang melindungi mereka. Penyitaan agunan secara sepihak bukan sekadar masalah cicilan yang macet, melainkan dampak besarnya adalah hilangnya […]

  • Grafik hasil survei Porec 2026 tentang persepsi publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Di Balik MBG: Anggaran Raksasa, Kepercayaan yang Mulai Retak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DetikNagari.id – Di atas kertas, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah janji besar negara kepada generasi masa depan. Anggaran ratusan triliun rupiah digelontorkan, jaringan dapur dibangun, distribusi dirancang menjangkau anak-anak hingga ibu hamil. Semuanya terdengar seperti langkah besar yang tak terbantahkan. Tapi di lapangan, cerita yang muncul tidak selalu seindah itu. Survei yang dirilis Policy […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

expand_less