SOROTAN
Beranda » Nasional » Setelah Juara Bertahan 7 Tahun, Indonesia Turun Drastis ke Peringkat 21 Paling Dermawan Dunia! Nigeria Rebut Tahta, Ini Penyebabnya

Setelah Juara Bertahan 7 Tahun, Indonesia Turun Drastis ke Peringkat 21 Paling Dermawan Dunia! Nigeria Rebut Tahta, Ini Penyebabnya

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • print Cetak

DetikNagari.id – Nigeria resmi merebut gelar negara paling dermawan di dunia tahun 2025 dengan rata-rata donasi mencapai 2,83% dari pendapatan pribadi tahunan, menurut World Giving Report 2025 Charities Aid Foundation (CAF) yang dirilis Juli 2025. Indonesia, yang selama 7 tahun berturut-turut (2018–2024) mendominasi sebagai juara di World Giving Index, kini turun drastis ke peringkat 21 dari 101 negara dengan donasi rata-rata 1,55% — masih lebih tinggi dari rata-rata global (1,04%) dan mengungguli negara tetangga ASEAN seperti Malaysia, Singapura, serta Thailand.

Perubahan posisi ini dipicu oleh metodologi baru di laporan CAF 2025. Jika sebelumnya pengukuran menggabungkan tiga aspek (donasi uang, volunteering/sukarelawan waktu, dan membantu orang asing), kini fokus utama hanya pada persentase pendapatan yang didonasikan (termasuk zakat, sedekah, infak, dan bantuan langsung ke sesama). Survei melibatkan lebih dari 55.000 responden di 101 negara/teritori dengan data tahun 2024.

Top 10 Negara Paling Dermawan Dunia 2025 (berdasarkan % pendapatan didonasikan):

  1. Nigeria – 2,83%
  2. Mesir – 2,45%
  3. Ghana – 2,19%
  4. China – 2,19%
  5. Kenya – 2,13%
  6. Uganda – 2,04%
  7. Uni Emirat Arab – 1,92%
  8. Qatar – 1,92%
  9. India – 1,92%
  10. Malawi – 1,80%

Di Indonesia, 82% penduduk melaporkan berdonasi uang dalam setahun (jauh di atas rata-rata dunia 64%), dengan rata-rata volunteering 8 jam per orang per tahun. Afrika mendominasi daftar atas karena solidaritas komunitas dan kewajiban agama yang kuat, sementara negara berpenghasilan tinggi rata-rata hanya mendonasikan 0,70% dari income.

Penyebab Turun Peringkat Indonesia Metodologi baru lebih menekankan proporsi uang relatif terhadap pendapatan, bukan frekuensi volunteering atau bantu orang asing yang dulu membuat Indonesia unggul (skor tinggi di ketiga aspek pada WGI 2024). Meski budaya gotong royong, zakat, dan sedekah tetap kuat, proporsi 1,55% kalah dari negara-negara berpenghasilan rendah yang donasi meski nominal kecil tapi persentasenya besar.

Secara global, 64% orang dunia berdonasi uang pada 2024 — rekor tertinggi. Donasi langsung ke orang membutuhkan (40%) lebih populer daripada ke charity formal. Usia 35–44 tahun paling dermawan proporsional, sementara negara seperti Jepang (0,16%) berada di dasar.

Indonesia Tetap Teladan di Asia Meski bukan juara lagi di metrik baru, Indonesia punya profil kemurahan hati yang kuat. Laporan khusus “Giving in Indonesia 2025” (CAF bekerja sama dengan Filantropi Indonesia) menyoroti potensi besar filantropi melalui donasi digital dan volunteering terstruktur. Persepsi kemurahan hati negara sendiri mencapai skor 5,3 (peringkat 8 dunia dari 101 negara), menunjukkan masyarakat Indonesia tetap percaya diri dengan solidaritas bangsa.

Indonesia bukan lagi “raja dermawan dunia” di kertas, tapi tetap juara dalam aksi nyata sehari-hari: saling tolong-menolong di tengah bencana, zakat rutin, dan gotong royong. Mari terus jaga semangat ini — karena kemurahan hati sejati bukan soal ranking, tapi dampak bagi sesama.

Sumber:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Dua pemuda sibuk dengan ponsel saat pertunjukan kaba Minangkabau berlangsung di belakang mereka, memperlihatkan kontras antara modernitas dan tradisi.

    Ketika Dendang Tak Lagi Berkisah: Hilangnya Kaba dalam Ingatan Minangkabau

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Rajo Labuah
    • 0Komentar

    Malam di sebuah nagari di Sumatera Barat dahulu tidak pernah benar-benar sunyi. Dari kejauhan, suara saluang mengalun pelan, mengantar kisah-kisah panjang yang didendangkan dengan penuh rasa. Orang-orang berkumpul, duduk bersila, larut dalam cerita tentang pahlawan, cinta, pengkhianatan, dan perjalanan hidup. Itulah kaba—cerita Minangkabau yang hidup, bukan sekadar dibaca, tetapi dirasakan. Hari ini, suasana itu semakin […]

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campaign stop today when a group of war protesters interrupted his speech. “If you really care about the lives lost here, then you should honor the lives lost and call for a ceasefire in Palestine,” one protester shouted during his […]

  • Nozzle pompa bensin di SPBU sebagai ilustrasi krisis energi

    Harga Minyak Tembus USD116, Krisis Energi Global Mulai Ganggu Aktivitas Sejumlah Negara

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DetikNagari.id – Krisis energi global mulai berdampak nyata di berbagai negara, seiring lonjakan harga minyak dunia dan terganggunya distribusi akibat konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent sebagai acuan global saat ini bergerak di kisaran USD103 hingga USD116 per barel dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini terjadi setelah konflik di kawasan Teluk memicu kekhawatiran […]

  • Pemburu Babi Sumbar

    Di Balik Buru Babi: Risiko yang Tak Ikut Diburu

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Rajo Labuah
    • 0Komentar

    Ia disebut warisan budaya. Tapi di balik perbukitan tempat tradisi itu berlangsung, muncul persoalan yang tak lagi sederhana—dari kesehatan publik, konflik sosial, hingga beban ekonomi keluarga. Padang – Pagi di perbukitan Sumatera Barat selalu datang pelan. Kabut tipis menggantung rendah, menutup sebagian lereng yang masih basah oleh embun semalam. Lalu, seperti aba-aba yang sudah dipahami […]

  • Produk gula semut dari nira aren berkualitas ekspor

    Bukan Sekadar Pemanis: Mengubah Gula Semut Menjadi Duta Komoditas Lokal di Kancah Global

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Detik Nagari – menyoroti peluang emas hilirisasi komoditas aren yang mampu mengubah nasib ekonomi perdesaan melalui produksi gula semut berkualitas ekspor. Selama ini, sebagian besar petani aren masih terjebak pada pengolahan tradisional yang menghasilkan nilai tambah rendah dan jangkauan pasar yang terbatas. Padahal, dengan intervensi teknologi kristalisasi sederhana, nira aren dapat diolah menjadi gula semut […]

expand_less