Gelombang Rudal Iran Hantam Israel, Fasilitas Nuklir dan Pangkalan Militer AS Jadi Sasaran Utama
- account_circle redaksi
- calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
- print Cetak

(DUNIA, DETIK NAGARI) – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone besar-besaran ke wilayah pendudukan Israel. Serangan bertajuk “Operasi True Promise” ini dilaporkan telah memasuki gelombang ke-73, yang menyasar berbagai titik vital di wilayah utara hingga selatan Palestina yang diduduki Zionis.
Melansir dari laporan visual Metro TV, serangan balasan ini menggunakan kombinasi rudal balistik presisi tinggi dan drone bunuh diri yang berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel. Berdasarkan laporan resmi IRGC, sejumlah target strategis berhasil dihantam secara akurat, termasuk fasilitas nuklir di wilayah Arad dan Dimona. Serangan ini diklaim sebagai balasan langsung atas agresi Zionis terhadap fasilitas nuklir milik Iran sebelumnya. Pihak berwenang di Dimona melaporkan kerusakan signifikan, sementara media lokal menyebutkan puluhan orang tewas dan luka-luka akibat hantaman rudal tersebut.
Tak hanya menyasar Israel, pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk juga tidak luput dari gempuran Iran. Pangkalan udara Ali Al Salem, Minhad, dan Al Dhafra dilaporkan terkena serangan rudal jenis Fattah, Ghader, dan Emad. IRGC menegaskan bahwa pangkalan-pangkalan tersebut selama ini menjadi sumber serangan terhadap wilayah Iran, sehingga penghancuran hanggar dan depot bahan bakar di sana menjadi prioritas dalam operasi kali ini.
Di tengah situasi yang kian memanas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Teheran. Melalui akun media sosialnya, Trump memberikan waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional. Jika ultimatum ini diabaikan, Amerika Serikat mengancam akan menghancurkan seluruh infrastruktur energi Iran, termasuk pembangkit listrik nasional. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memang telah memicu guncangan pasokan energi global yang membuat pihak Barat mulai merasa terdesak.
Sementara itu, Pemerintah Iran menegaskan tidak akan menerima usulan gencatan senjata setengah hati. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran akan terus membela diri hingga agresi ilegal dari Amerika Serikat dan Zionis berakhir sepenuhnya secara komprehensif. Menurutnya, situasi darurat di wilayah pendudukan Israel—di mana sirene peringatan terus berbunyi—akan menjadi kondisi berkelanjutan selama kejahatan perang terhadap Iran masih berlangsung.
- Penulis: redaksi
- Editor: Tim Editorial Detik Nagari

Saat ini belum ada komentar