SOROTAN
Beranda » Nasional » Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

  • account_circle Dave McMenamin
  • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
  • print Cetak

DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets.

He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points in a 123-100 win that gave L.A. its first victory in Denver in nearly three years.

“It’s very tough to play here against that team,” said Doncic, who added 10 rebounds, seven assists and four steals in his fourth game with L.A. since being traded earlier this month. “Just to win like that, it’s an amazing win for us and gives me a lot of confidence moving forward.”

The Lakers ended the Nuggets’ nine-game winning streak and also snapped an eight-game skid at Ball Arena. The last time L.A. beat the Nuggets in a regular-season contest on Denver’s home floor was April 10, 2022.

Lakers coach JJ Redick challenged Doncic before the game to get so wrapped up in the competition that he has a “blackout episode” where he starts yelling indiscriminately in the heat of battle.

That happened several times Saturday.

“He was super dialed in,” LeBron James said of Doncic. “He was very locked in on what he wanted to do out here on the floor tonight. Once he started hitting those step-back 3s and got to yelling and barking, either at the fans or at us, or himself.”

Doncic had averaged 14.7 points on 35.6% shooting (20.8% from 3) through his first three games with the Lakers while slowly integrating into the lineup after a left calf injury had kept him sidelined since Christmas with the Dallas Mavericks.

Saturday night, Doncic led L.A. in shot attempts, going 10-for-22 from the field, and was tied for the lead in assists.

James had 25 points on 11-for-19 shooting with nine rebounds, five assists and three blocks, and fellow starters Austin Reaves (23 points, seven assists) and Rui Hachimura (21 points, four assists) also topped the 20-point plateau.

Redick said that Doncic will see more touches.

“I think Luka needs to be the guy that controls the offense,” Redick said. “And Bron and AR, because we’re going to stagger everybody, they’re going to have their times to be on the ball. But all three of those guys are very intelligent basketball players and we can create mismatches. We can get teams in the blender.”

James, who was the beneficiary of a full-court outlet pass from Doncic to score on a streaking dunk a couple of possessions into the game, endorsed Redick’s plan.

“I’m a natural-born wide receiver and he’s a natural-born quarterback, so it fits perfectly,” James said.

With Doncic’s first game against his former team looming Tuesday, when L.A. hosts the Mavs, the Lakers’ new star already sounded convinced he will make an NBA Finals run with his new group, the way he did with Dallas last year.

“I think our goal is — not I think, I know our goal is to win a championship,” Doncic said. “That’s our only goal. And I think we have the team for that.”

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

    Di Tengah Perang Iran, Jenderal AS Dicopot: Loyalitas, Konflik Internal, atau Risiko Besar?

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Washington, 4 April 2026 — Hanya 24 jam setelah Presiden Donald Trump mengancam akan “mengembalikan Iran ke zaman batu” dalam pidato nasional, Pentagon bergerak cepat. Menteri Pertahanan Pete Hegseth memecat tiga jenderal senior Angkatan Darat Amerika Serikat,sebuah langkah yang langsung memicu tanda tanya besar di tengah situasi perang yang kian memanas. Menurut laporan CBS News, […]

  • Petani memanen tandan buah segar kelapa sawit di perkebunan Sumatera Barat

    Kejar PAD dari Air, Sawit Dibidik—Harga TBS Terancam, Petani Mulai Resah

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sumatera Barat — Upaya pemerintah daerah menggenjot pendapatan dari pajak air permukaan (PAP) mulai menimbulkan bayang-bayang konflik di sektor sawit. Di tengah kebutuhan mendesak menambah PAD, kebijakan yang menyasar perusahaan ini berpotensi merembet ke persoalan yang lebih sensitif: harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan, ketika kebijakan fiskal bersentuhan […]

  • Ribuan warga melayat ke rumah duka Yus Datuak Parpatiah di Sungai Batang.

    Padam Pelita di Sungai Batang: Mengenang Panyambuang Lidah Adat Yus Datuak Parpatiah

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SUNGAI BATANG, DetikNagari.id — Sabtu sore kemarin, kabut di tepian Danau Maninjau seolah terasa lebih tebal menyelimuti Nagari Sungai Batang. Sang Panyambuang Lidah Adat yang suaranya puluhan tahun merajai corong-corong radio dan pemutar kaset di lapau-lapau, Angku Yus Datuak Parpatiah, telah berpulang ke hadirat Illahi (Sabtu, 28 Maret 2026). Beliau menghembuskan napas terakhirnya di usia […]

  • Di banyak sekolah, kepemimpinan bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah arah. Ia menentukan ritme kerja guru, budaya belajar siswa, hingga bagaimana sebuah sekolah bertumbuh. Karena itu, posisi kepala sekolah idealnya diisi oleh figur yang definitif—jelas kewenangannya, pasti arah kebijakannya. Namun dalam praktiknya, tidak semua sekolah berada dalam kondisi ideal tersebut. Di sejumlah daerah, termasuk yang tengah berkembang, posisi kepala sekolah kerap diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT). Secara konsep, penunjukan PLT bukanlah sesuatu yang keliru. Ia adalah solusi sementara—jembatan ketika terjadi kekosongan jabatan sebelum kepala sekolah definitif ditetapkan. Masalahnya muncul ketika “sementara” itu berlangsung terlalu lama. Secara regulasi, penugasan PLT kepala sekolah memiliki batas waktu yang jelas. Dalam ketentuan yang berlaku, masa tugas PLT hanya diberikan dalam durasi terbatas—sekitar tiga bulan dan dapat diperpanjang sekali, sehingga total maksimal berada di kisaran enam bulan. Artinya, sejak awal, PLT memang tidak dirancang untuk menjadi solusi jangka panjang. Namun di lapangan, cerita yang berkembang sering kali berbeda. Muncul pertanyaan ketika posisi tersebut tetap diisi oleh PLT dalam waktu yang tidak lagi singkat. Ketika masa yang seharusnya bersifat transisi justru menjadi kondisi yang berlarut. Di titik ini, persoalannya bukan lagi sekadar administratif, tetapi mulai menyentuh aspek tata kelola. Kepemimpinan yang bersifat sementara membawa konsekuensi. Seorang PLT, dalam banyak kasus, tidak memiliki keleluasaan yang sama dengan kepala sekolah definitif. Ada batasan dalam pengambilan keputusan, ada kehati-hatian dalam menentukan arah kebijakan, dan tidak jarang muncul keraguan dalam menjalankan fungsi manajerial secara penuh. Dalam jangka pendek, ini mungkin tidak terlalu terasa. Namun dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi stabilitas internal sekolah. Guru membutuhkan kepastian arah. Program sekolah membutuhkan kesinambungan. Dan siswa, meski tidak selalu menyadarinya, sangat dipengaruhi oleh bagaimana sistem di sekolah mereka berjalan. Di sisi lain, dinamika dalam proses pengangkatan kepala sekolah juga tidak sederhana. Ada tahapan seleksi, penyesuaian regulasi, hingga proses administrasi yang harus dilalui. Dalam beberapa waktu terakhir, perubahan kebijakan di tingkat nasional juga turut memengaruhi mekanisme pengangkatan kepala sekolah di daerah. Ini menunjukkan bahwa persoalan tidak selalu sesederhana “tidak mau melantik”, tetapi bisa juga berkaitan dengan sistem yang sedang beradaptasi. Namun tetap saja, ketika proses tersebut berjalan terlalu lama tanpa kejelasan, ruang pertanyaan akan selalu muncul. Dalam konteks yang lebih luas, fenomena PLT yang berkepanjangan juga berpotensi memunculkan persepsi di masyarakat. Ketika posisi strategis tidak segera diisi secara definitif, muncul tanda tanya tentang bagaimana sistem bekerja—apakah sudah berjalan sesuai mekanisme, atau justru masih menyisakan ruang-ruang yang belum sepenuhnya transparan. Persepsi ini penting, karena kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan tidak hanya dibangun dari hasil, tetapi juga dari proses. Di tengah berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan—mulai dari bantuan bagi siswa, perbaikan fasilitas, hingga peningkatan kompetensi guru—kepastian dalam kepemimpinan sekolah menjadi salah satu elemen yang tidak bisa diabaikan. Karena pada akhirnya, sekolah bukan hanya tentang ruang belajar, tetapi juga tentang sistem yang menggerakkannya. Dan dalam sistem itu, posisi kepala sekolah adalah salah satu poros utama. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menunjuk atau menyimpulkan sesuatu secara sepihak. Namun sebagai refleksi, penting untuk kembali mengingat bahwa setiap kebijakan memiliki tujuan awal—termasuk penunjukan PLT yang memang dirancang sebagai solusi sementara. Pertanyaannya kemudian menjadi sederhana, namun mendasar: Kepala sekolah dan guru mengikuti rapat pendidikan

    Ketika “Sementara” Menjadi Terlalu Lama: Membaca Ulang Fenomena PLT Kepala Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    Detik Nagari – Di banyak sekolah, kepemimpinan bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah arah. Ia menentukan ritme kerja guru, budaya belajar siswa, hingga bagaimana sebuah sekolah bertumbuh. Karena itu, posisi kepala sekolah idealnya diisi oleh figur yang definitif—jelas kewenangannya, pasti arah kebijakannya. Namun dalam praktiknya, tidak semua sekolah berada dalam kondisi ideal tersebut. Di sejumlah […]

  • Pete Hegseth Menteri Pertahanan Amerika Serikat

    Di Balik “Purge” Pentagon: Ketika Isu Ras, Loyalitas, dan Politik Bertabrakan di Tubuh Militer AS

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Washington, 4 April 2026 — Pemecatan sejumlah jenderal senior Angkatan Darat Amerika Serikat oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth tidak hanya memicu kontroversi soal stabilitas militer di tengah perang Iran. Di balik itu, mulai muncul pertanyaan yang lebih sensitif: apakah ada dimensi ras dan kebijakan keberagaman yang ikut berperan dalam gejolak ini? Sejumlah media internasional mulai […]

  • Prabowo Pasang Badan! Pertaruhkan Kepemimpinan Demi Makan Bergizi Gratis: “Daripada Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Makan”

    Prabowo Pasang Badan! Pertaruhkan Kepemimpinan Demi Makan Bergizi Gratis: “Daripada Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Makan”

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen bajanya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun dihantam berbagai isu miring mulai dari masalah higienitas hingga anggaran. Dalam sebuah wawancara eksklusif terbaru, Prabowo menyatakan kesiapannya mempertaruhkan kepemimpinan demi memastikan rakyat kecil, terutama anak-anak, mendapatkan asupan gizi yang layak. Menanggapi banyaknya pertanyaan netizen soal efektivitas MBG […]

expand_less