“Saya Pertaruhkan Kepemimpinan demi Makan Bergizi Gratis, Uang Rakyat Tak Boleh Dikorupsi!”
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 23 Mar 2026
- print Cetak

Sumber:YouTube/Prabowo Subianto.
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pantang mundurnya terhadap program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah berbagai tantangan global dan kritik dalam negeri. Dalam diskusi mendalam di channel YouTube Prabowo Subianto bertajuk “Presiden Prabowo Menjawab”, Sang Presiden menyatakan bahwa dirinya siap mempertaruhkan seluruh modal politik dan kepemimpinannya demi memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang layak. Bagi Prabowo, MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk menyelamatkan generasi masa depan bangsa dari ancaman stunting dan kemiskinan sistemik.
Presiden mengungkapkan kegelisahannya saat melihat realitas di lapangan selama masa kampanye, di mana banyak anak berusia 11 tahun namun memiliki fisik layaknya anak usia 4 tahun akibat kekurangan gizi kronis. “Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Daripada uang-uang itu dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” tegasnya dengan nada bicara yang kuat. Prabowo menampik anggapan bahwa anggaran negara tidak mencukupi. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah, namun selama ini bocor akibat inefisiensi dan praktik korupsi di berbagai lembaga. Dengan melakukan penghematan besar-besaran pada biaya seremonial, perjalanan dinas, dan alat tulis kantor, pemerintah berhasil mengumpulkan ratusan triliun rupiah yang dialihkan untuk membiayai gizi rakyat.
Ketegasan Terhadap Laporan Palsu dan Standarisasi Dapur
Menanggapi isu mengenai adanya bahan baku yang di-mark up atau masalah higienitas selama pelaksanaan di lapangan, Presiden Prabowo mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh jajarannya. Ia menyatakan tidak akan menoleransi budaya “Asal Bapak Senang” (ABS) atau laporan-laporan palsu yang hanya ingin menyenangkan pimpinan namun menyembunyikan masalah sebenarnya. “Jangan main-main lagi dengan saya soal laporan palsu. Saya sudah peringatkan, kesalahan data bisa berakibat fatal,” ujar Prabowo merujuk pada latar belakang militernya di mana akurasi data adalah pertaruhan nyawa.
Hingga saat ini, pemerintah telah mengambil tindakan tegas dengan menutup lebih dari 1.000 dapur MBG yang tidak memenuhi kriteria. Standarisasi ketat kini diberlakukan, mulai dari sertifikasi kebersihan air, keamanan bahan pangan, hingga peralatan makan. Masyarakat, terutama para ibu dan kepala sekolah, diajak aktif mengawasi melalui nomor pengaduan khusus dan akses langsung ke titik-titik dapur di wilayah mereka. Bagi Prabowo, transparansi adalah kunci agar program ini tidak menjadi ladang korupsi baru, melainkan menjadi mesin penggerak ekonomi desa melalui keterlibatan vendor lokal dan petani dalam rantai pasok bahan baku.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Tim Editorial Detik Nagari

Saat ini belum ada komentar