SOROTAN
Beranda » Ekonomi » Kemnaker Kembali Buka Pelatihan K3 Gratis,Peluang Kerja di Sumbar Kian Terbuka

Kemnaker Kembali Buka Pelatihan K3 Gratis,Peluang Kerja di Sumbar Kian Terbuka

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

Bagi masyarakat yang tertarik mengikuti program ini, ada beberapa tahapan dan persyaratan yang perlu diperhatikan. Program pelatihan K3 dari Kemnaker tidak dibuka secara langsung untuk semua pendaftar, melainkan melalui proses seleksi.

Tahapan Seleksi

Peserta harus melalui beberapa tahap, antara lain:

  • Pendaftaran secara online melalui platform resmi Kemnaker
  • Mengikuti asesmen awal atau tes kesiapan pelatihan
  • Seleksi administrasi dan kemungkinan wawancara
  • Pengumuman peserta yang dinyatakan lolos

Setelah dinyatakan lulus seleksi, peserta akan mengikuti pelatihan yang umumnya dilaksanakan secara daring sesuai jadwal yang telah ditentukan.


Persyaratan Umum

Secara umum, persyaratan peserta meliputi:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Memiliki minat di bidang keselamatan dan kesehatan kerja
  • Pendidikan minimal tertentu (umumnya SMA/sederajat hingga sarjana, tergantung program)
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai

Biaya dan Komitmen Peserta

Meskipun program ini disebut gratis, peserta tetap dikenakan biaya resmi berupa PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) sekitar Rp420 ribu.

Biaya ini bukan untuk pelatihan, melainkan untuk:

  • sertifikasi resmi
  • administrasi negara

Peserta juga dituntut memiliki komitmen penuh, karena:

  • pelatihan berlangsung intensif
  • ada evaluasi dan penilaian akhir

Peluang Setelah Lulus

Peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di berbagai sektor industri.

Dengan sertifikat tersebut, peluang kerja terbuka lebih luas, terutama di bidang:

  • konstruksi
  • manufaktur
  • energi
  • dan sektor industri lainnya yang memiliki risiko kerja tinggi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Pasang Badan! Pertaruhkan Kepemimpinan Demi Makan Bergizi Gratis: “Daripada Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Makan”

    Prabowo Pasang Badan! Pertaruhkan Kepemimpinan Demi Makan Bergizi Gratis: “Daripada Dikorupsi, Lebih Baik Rakyat Makan”

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen bajanya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun dihantam berbagai isu miring mulai dari masalah higienitas hingga anggaran. Dalam sebuah wawancara eksklusif terbaru, Prabowo menyatakan kesiapannya mempertaruhkan kepemimpinan demi memastikan rakyat kecil, terutama anak-anak, mendapatkan asupan gizi yang layak. Menanggapi banyaknya pertanyaan netizen soal efektivitas MBG […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Petani memanen tandan buah segar kelapa sawit di perkebunan Sumatera Barat

    Kejar PAD dari Air, Sawit Dibidik—Harga TBS Terancam, Petani Mulai Resah

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Meski di Sumatera Barat kebijakan ini masih dalam tahap awal, di sejumlah daerah lain wacana pajak air permukaan terhadap sawit justru sudah memicu reaksi keras dari pelaku industri hingga petani. Dilansir dari wawasanriau.com, rencana penerapan Pajak Air Permukaan (PAP) sebesar Rp1.700 per pohon sawit menuai penolakan dari berbagai pihak. Kebijakan ini dinilai berpotensi menambah beban […]

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campaign stop today when a group of war protesters interrupted his speech. “If you really care about the lives lost here, then you should honor the lives lost and call for a ceasefire in Palestine,” one protester shouted during his […]

  • markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

    Di Tengah Perang Iran, Jenderal AS Dicopot: Loyalitas, Konflik Internal, atau Risiko Besar?

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Di luar dinamika internal Amerika Serikat, perkembangan ini juga berpotensi berdampak luas secara global. Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik panas konflik, merupakan jalur utama distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan ini dapat memicu lonjakan harga energi global. Bagi Indonesia, situasi tersebut berisiko mendorong kenaikan harga BBM, meningkatkan tekanan inflasi, serta berdampak pada biaya […]

  • Dua pemuda sibuk dengan ponsel saat pertunjukan kaba Minangkabau berlangsung di belakang mereka, memperlihatkan kontras antara modernitas dan tradisi.

    Ketika Dendang Tak Lagi Berkisah: Hilangnya Kaba dalam Ingatan Minangkabau

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Rajo Labuah
    • 0Komentar

    Malam di sebuah nagari di Sumatera Barat dahulu tidak pernah benar-benar sunyi. Dari kejauhan, suara saluang mengalun pelan, mengantar kisah-kisah panjang yang didendangkan dengan penuh rasa. Orang-orang berkumpul, duduk bersila, larut dalam cerita tentang pahlawan, cinta, pengkhianatan, dan perjalanan hidup. Itulah kaba—cerita Minangkabau yang hidup, bukan sekadar dibaca, tetapi dirasakan. Hari ini, suasana itu semakin […]

expand_less