SOROTAN
Beranda » Olahraga » Gagah Bana! Cristiano Ronaldo Ucapkan Idul Fitri Pakai Baju Koko Bermotif Batik, Netizen: “Alhamdulillah Bang Dodo”

Gagah Bana! Cristiano Ronaldo Ucapkan Idul Fitri Pakai Baju Koko Bermotif Batik, Netizen: “Alhamdulillah Bang Dodo”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
  • print Cetak

(Dunia, Detik Nagari)Megabintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, kembali mencuri perhatian publik internasional melalui unggahan terbarunya di media sosial Instagram. Berbeda dari biasanya, pemain yang akrab disapa CR7 ini tampil religius dengan mengenakan busana yang menyerupai baju koko bermotif batik khas Timur Tengah, sembari menyampaikan pesan hangat perayaan Idul Fitri kepada jutaan penggemarnya di seluruh dunia.

Dalam unggahan tersebut, Ronaldo menuliskan caption “Eid Mubarak to all!” sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat hari raya bagi umat Muslim. Tampilannya yang elegan dengan busana bermotif emas dan gelap tersebut langsung dibanjiri jutaan tanda suka (like) dan komentar positif hanya dalam hitungan jam. Banyak penggemar dari Indonesia yang salah fokus (salfok) karena menganggap baju yang dikenakan Ronaldo sangat mirip dengan gaya busana lokal saat hendak berangkat ke masjid.

Aksi simpatik ini dianggap sebagai langkah besar Ronaldo dalam menghargai keberagaman budaya dan agama di lingkungan tempat tinggal barunya. Sejak bermain di Liga Arab Saudi bersama Al Nassr, Ronaldo memang kerap terlihat mengadopsi budaya lokal, mulai dari menari tarian tradisional hingga mengenakan busana khas daerah tersebut. Hal ini semakin memperkuat citranya sebagai ikon global yang tidak hanya berprestasi di lapangan hijau, tetapi juga memiliki rasa hormat yang tinggi terhadap tradisi masyarakat setempat.

Netizen pun bereaksi dengan berbagai komentar kocak dan apresiatif, mulai dari mendoakan hidayah hingga menyebutnya sebagai “Bang Dodo” versi syariah. Unggahan yang telah disukai lebih dari 12,9 juta orang ini menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh Ronaldo dalam menyebarkan pesan perdamaian dan kebahagiaan di momen spesial Idul Fitri. Bagi para penggemar di Indonesia, tampilan CR7 ini seolah memberikan inspirasi bahwa gaya berpakaian santun tetap bisa terlihat berkelas dan mendunia.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istano Rajo Balun Solok Selatan Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu

    Istano Rajo Balun: Simbol Kedaulatan Adat dan Pusat Pelestarian Sejarah Alam Surambi Sungai Pagu

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    SOLOK SELATAN – Berdiri kokoh di Jorong Balun, Nagari Pakan Rabaa Tengah, Kabupaten Solok Selatan, Istano Rajo Daulat Yang Dipertuan Tuanku Rajo Bagindo tetap menjadi ikon penting bagi peradaban Minangkabau. Bangunan yang telah berusia ratusan tahun ini bukan sekadar peninggalan arsitektur, melainkan pusat otoritas adat bagi Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu. Struktur Kepemimpinan dan Otoritas […]

  • Konvoi kendaraan pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan saat patroli di wilayah konflik

    3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Perlindungan Pasukan PBB Dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    DETIK NAGARI — Kabar gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan datang beruntun, kurang dari dua hari. Peristiwa pada akhir Maret 2026 itu segera memicu reaksi internasional. Namun di luar kecaman yang mengalir, muncul pertanyaan yang lebih mendasar. Mengapa pasukan penjaga perdamaian kini justru ikut menjadi korban di wilayah yang seharusnya […]

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campaign stop today when a group of war protesters interrupted his speech. “If you really care about the lives lost here, then you should honor the lives lost and call for a ceasefire in Palestine,” one protester shouted during his […]

  • Dialog LKAAM Sumbar soal Gelar Sako dan Sangsako di Padang TV

    Sako dan Sangsako: Mengupas Marwah Gelar Adat dan Batasan Kewenangan LKAAM

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PADANG, DETIK NAGARI — Simpang siur mengenai pemberian gelar adat di Minangkabau akhirnya menemui titik terang. Dalam dialog khusus Detak Sumbar di Padang TV, Ketua Umum LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar Datuk Sati, bersama pakar adat Dr. Zulkarnaini Datuk Muncak Rajo dan Khairul Anwar Datuk Mulia, membedah secara tuntas anatomi gelar adat agar tidak terjadi kegaduhan […]

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle redaksi.detiknagari
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Di banyak sekolah, kepemimpinan bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah arah. Ia menentukan ritme kerja guru, budaya belajar siswa, hingga bagaimana sebuah sekolah bertumbuh. Karena itu, posisi kepala sekolah idealnya diisi oleh figur yang definitif—jelas kewenangannya, pasti arah kebijakannya. Namun dalam praktiknya, tidak semua sekolah berada dalam kondisi ideal tersebut. Di sejumlah daerah, termasuk yang tengah berkembang, posisi kepala sekolah kerap diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT). Secara konsep, penunjukan PLT bukanlah sesuatu yang keliru. Ia adalah solusi sementara—jembatan ketika terjadi kekosongan jabatan sebelum kepala sekolah definitif ditetapkan. Masalahnya muncul ketika “sementara” itu berlangsung terlalu lama. Secara regulasi, penugasan PLT kepala sekolah memiliki batas waktu yang jelas. Dalam ketentuan yang berlaku, masa tugas PLT hanya diberikan dalam durasi terbatas—sekitar tiga bulan dan dapat diperpanjang sekali, sehingga total maksimal berada di kisaran enam bulan. Artinya, sejak awal, PLT memang tidak dirancang untuk menjadi solusi jangka panjang. Namun di lapangan, cerita yang berkembang sering kali berbeda. Muncul pertanyaan ketika posisi tersebut tetap diisi oleh PLT dalam waktu yang tidak lagi singkat. Ketika masa yang seharusnya bersifat transisi justru menjadi kondisi yang berlarut. Di titik ini, persoalannya bukan lagi sekadar administratif, tetapi mulai menyentuh aspek tata kelola. Kepemimpinan yang bersifat sementara membawa konsekuensi. Seorang PLT, dalam banyak kasus, tidak memiliki keleluasaan yang sama dengan kepala sekolah definitif. Ada batasan dalam pengambilan keputusan, ada kehati-hatian dalam menentukan arah kebijakan, dan tidak jarang muncul keraguan dalam menjalankan fungsi manajerial secara penuh. Dalam jangka pendek, ini mungkin tidak terlalu terasa. Namun dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi stabilitas internal sekolah. Guru membutuhkan kepastian arah. Program sekolah membutuhkan kesinambungan. Dan siswa, meski tidak selalu menyadarinya, sangat dipengaruhi oleh bagaimana sistem di sekolah mereka berjalan. Di sisi lain, dinamika dalam proses pengangkatan kepala sekolah juga tidak sederhana. Ada tahapan seleksi, penyesuaian regulasi, hingga proses administrasi yang harus dilalui. Dalam beberapa waktu terakhir, perubahan kebijakan di tingkat nasional juga turut memengaruhi mekanisme pengangkatan kepala sekolah di daerah. Ini menunjukkan bahwa persoalan tidak selalu sesederhana “tidak mau melantik”, tetapi bisa juga berkaitan dengan sistem yang sedang beradaptasi. Namun tetap saja, ketika proses tersebut berjalan terlalu lama tanpa kejelasan, ruang pertanyaan akan selalu muncul. Dalam konteks yang lebih luas, fenomena PLT yang berkepanjangan juga berpotensi memunculkan persepsi di masyarakat. Ketika posisi strategis tidak segera diisi secara definitif, muncul tanda tanya tentang bagaimana sistem bekerja—apakah sudah berjalan sesuai mekanisme, atau justru masih menyisakan ruang-ruang yang belum sepenuhnya transparan. Persepsi ini penting, karena kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan tidak hanya dibangun dari hasil, tetapi juga dari proses. Di tengah berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan—mulai dari bantuan bagi siswa, perbaikan fasilitas, hingga peningkatan kompetensi guru—kepastian dalam kepemimpinan sekolah menjadi salah satu elemen yang tidak bisa diabaikan. Karena pada akhirnya, sekolah bukan hanya tentang ruang belajar, tetapi juga tentang sistem yang menggerakkannya. Dan dalam sistem itu, posisi kepala sekolah adalah salah satu poros utama. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menunjuk atau menyimpulkan sesuatu secara sepihak. Namun sebagai refleksi, penting untuk kembali mengingat bahwa setiap kebijakan memiliki tujuan awal—termasuk penunjukan PLT yang memang dirancang sebagai solusi sementara. Pertanyaannya kemudian menjadi sederhana, namun mendasar: Kepala sekolah dan guru mengikuti rapat pendidikan

    Ketika “Sementara” Menjadi Terlalu Lama: Membaca Ulang Fenomena PLT Kepala Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    Detik Nagari – Di banyak sekolah, kepemimpinan bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah arah. Ia menentukan ritme kerja guru, budaya belajar siswa, hingga bagaimana sebuah sekolah bertumbuh. Karena itu, posisi kepala sekolah idealnya diisi oleh figur yang definitif—jelas kewenangannya, pasti arah kebijakannya. Namun dalam praktiknya, tidak semua sekolah berada dalam kondisi ideal tersebut. Di sejumlah […]

expand_less